Selasa, 01 Mei 2012

Mesin Bordir

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Mesin bordir adalah sebuah alat yang dapat melakukan bordir atau menyulam tanpa menggunakan tangan, dimana mesin bordir digunakan untuk membuat pola diatas kain dengan hiasan berbahan benang.

Sejarah

        Sebelum komputer yang terjangkau, bordir paling selesai dengan meninju desain pada pita kertas yang kemudian berlari melalui mesin bordir. Satu kesalahan bisa merusak seluruh desain, memaksa sang pencipta untuk memulai kembali.
           Pada tahun 1980, Wilcom memperkenalkan komputer grafis sistem desain bordir pertama untuk berjalan di sebuah komputer mini. Melco , jaringan distribusi internasional yang dibentuk oleh Randal Melton dan Bill Childs, menciptakan kepala bordir sampel pertama untuk digunakan dengan besar Schiffli alat tenun. Ini tenun membentang beberapa meter menemukan dan diproduksi patch renda dan pola bordir besar. Kepala sampel diperbolehkan embroiderers untuk menghindari manual menjahit sampel desain dan menghemat waktu produksi. Selanjutnya, menjadi mesin bordir terkomputerisasi pertama dipasarkan ke selokan rumah.
            Kondisi ekonomi dari tahun Reagan, ditambah dengan insentif pajak untuk bisnis rumah, membantu mendorong Melco ke puncak pasar. Pada Show di Amerika Latin tahun 1980, Melco meluncurkan Digitrac, sistem digitalisasi untuk mesin bordir. Desain digital terdiri enam kali ukuran produk akhir berbordir. Para Digitrac terdiri dari komputer kecil, ukurannya sama dengan sebuah BlackBerry , dipasang pada sumbu X dan Y pada papan putih besar. Ini dijual seharga $ 30.000. Kepala tunggal-jarum sampel asli dijual seharga $ 10.000 dan termasuk 1 "kertas-tape reader dan 2 font. Digitizer menandai poin umum dalam desain untuk menciptakan isi yang rumit dan satin stitch kombinasi.
             Melco dipatenkan kemampuan untuk menjahit lingkaran dengan jahitan satin, serta tulisan melengkung yang dihasilkan dari keyboard. Seorang operator digital desain menggunakan teknik yang mirip dengan meninju, mentransfer hasil ke tape 1 "kertas atau lambat ke disket Desain ini kemudian. Akan dijalankan pada mesin bordir yang dijahit keluar pola. Wilcom ditingkatkan teknologi ini pada tahun 1982 dengan pengenalan sistem multi-user pertama, yang memungkinkan lebih dari satu orang untuk bekerja pada proses bordir, merampingkan kali produksi.
                Brother Industries memasuki industri bordir setelah beberapa perusahaan bordir terkomputerisasi dikontrak untuk memberikan kepala jahit. Kemudian, perusahaan Jepang Tajima disediakan kepala jahit yang mampu menggunakan beberapa thread. Singer gagal tetap kompetitif selama ini. Melco diakuisisi oleh Saurer pada tahun 1989.
                  Perusahaan-perusahaan besar mesin bordir akhirnya diadaptasi sistem komersial dan dipasarkan mereka untuk perusahaan seperti Janome untuk digunakan di rumah.
Sejak akhir 1990-an, mesin bordir terkomputerisasi telah semakin populer sebagai biaya telah jatuh untuk komputer, perangkat lunak, dan mesin bordir. Banyak produsen mesin menjual garis mereka sendiri pola bordir. Selain itu, banyak individu dan perusahaan independen juga menjual desain bordir, dan ada desain gratis yang tersedia di internet.

Bordir

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Bordir tradisional di atas karpet dari Kazakhstan.
Bordir atau sulaman adalah hiasan yang dibuat di atas kain atau bahan-bahan lain dengan jarum jahit dan benang. Selain benang, hiasan untuk sulaman atau bordir dapat menggunakan bahan-bahan seperti potongan logam, mutiara, manik-manik, bulu burung, dan payet.
Di antara jenis tusukan yang umum dikenal dalam menyulam adalah tusuk rantai, tusuk jelujur, tusuk kelim, dan tusuk silang. Selain dijahit dengan tangan, sulaman dibuat dengan mesin jahit dan Mesin Bordir komputer.
Kain dan benang yang dipakai untuk seni bordir berbeda-beda menurut tempat dan negara. Sejak ribuan tahun yang lalu, kain atau bedang dari wol, linen, dan sutra sudah dipakai untuk membuat sulaman. Selain benang dari wol, linen, dan sutra, sulaman modern menggunakan benang sulam dari katun atau rayon.
Sulam pita adalah sulaman yang menggunakan pita berbagai ukuran dan bahan untuk membuat motif-motif bunga. Pita memberi efek tiga dimensi karena ukuran pita lebih besar dari benang. Hasil sulaman pita juga lebih dekoratif karena bahan pita yang lebih beragam.
Hasil akhir sulaman dapat dibedakan menjadi:
  • Sulam datar: hasil sulaman rata dengan permukaan kain
  • Sulam terawang (kerawang): hasil sulaman berlubang-lubang, misalnya untuk taplak meja dan pinggiran kebaya
  • Sulam timbul: hasil sulaman membentuk gelombang di permukaan kain sesuai lekuk gambar.

Jenis

  • Sulam bebas atau sulam benang
Dalam sulam benang, benang dijahit di atas kain dengan mengabaikan pola tenun kain. Teknik sulam seperti ini dipakai dalam sulam wol seperti bordir tradisional Cina dan Jepang.
  • Sulam hitung jahitan
Sulaman dibuat sambil menghitung jumlah jahitan yang dibuat. Sulaman dilakukan di atas kain tenunan sejajar seperti kain kanvas, kain aida, kain strimin, dan kain linen. Jenis sulaman yang termasuk sulam hitung jahitan adalah kruistik, sulam Assisi, needlepoint, dan blackwork.

Sejarah Kerajinan Bordir

Sejarah Kerajinan Bordir

         Seni hiasan / kerajinan bordir saat ini dapat ditemukan di mana-mana dan di setiap daerah yang memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri. Seni Hiasan bordir sejarahnya memiliki proses perjalanan cukup panjang sejak dahulu kala.
                Pada dasarnya,hampir tiap-tiap negara di dunia ini memiliki sejarah dan cerita unik mengenai seni hiasan bordir. Dan ketika muncul pertama kalinya seni hiasan bordir tersebut merupakan sesuatu barang yang mewah. Hanya bisa dimiliki oleh orang-orang tertentu saja. Hal ini terjadi di Byzantium pada tahun 330M sampai pada abad ke-15. Pada zaman tersebut hiasan bordir dipadukan dengan ornamen dari emas.
              Kerajinan Bordir merupakan sebuah seni yang memadukan dekorasi sulaman pada kain. Alat bantunya jarum dan benang. Pada zaman Mesir Kuno hiasan bordir sudah ada. Buktinya,pada makam-makan mesir kuno ada lukisan yang memberikan indikasi mengenai keberadaan hiasan bordir. Misalnya saja,hiasan bordir pada pakaian,alas tempat duduk,gantungan pakaian,bahkan tenda.
Selain itu,bangsa Yunani kuno pun juga mengenal hiasan bordir. Hal ini dibuktikan pada lukisan yang terdapat di vas. Ini dari abad ke-7 dan ke-6 sebelum Masehi. Agaknya di sana kemudian berkembang dan dipadukan dengan bahan kain.
        Di benua Asia sudah ada cerita mengenai kerajinan bordir dari Dinasti Tang (618M-907M). Hiasan bordir mencapai puncaknya ketika Dinasti Cing yang bertakhta. Kala itu jubah kerajaan yang terbuat dari sutera diramaikan oleh hiasan bordir merupakan contoh terbaik karya bordir Cina. Ini terjadi dari tahun sampai awal abad ke 18M
          Selain Cina,terdapat India yang punya ciri khas tersendiri dalam seni hiasan bordir ini di benua Asia. Di India,hiasan ini merupakan salah satu kerajinan kuno. Sampai-sampai benda yang satu ini pun tidak luput dari perdagangan India Timur. Buktinya,hiasan bordir asal India bisa masuk ke Eropa pada abad ke-17 dan ke-18.
           Kala itu motif hiasan bordir tidak jauh-jauh dari bentuk aneka tetumbuhan dan bunga-bunga. Belum lagi ada motif pepohonan yang sedang berbunga. Lambat laun,motif indah ini diserap oleh orang-orang Inggris. Akhirnya Inggris pun tidak ketinggalan dalam meramaikan seni hiasan bordir.
Sekali masuk ke Eropa Barat tentu saja negara di Eropa lainnya pun mengikutinya. Misalnya saja hiasan bordir di negeri Belanda. Baru pada abad ke-17 dan ke-18,keluarlah hiasan bordir pada kain sutera di negeri kincir angin tersebut.
Abad ke-20
             Hiasan bordir berwarna mulai banyak disukai pada pertengahan abad ke-20. Di kawasan Arab seperti Yordania,Turki dan Bokhara terdapat hiasan bordir pada sutera yang mengikuti motif bunga-bunga yang berwarna-warni. Di kawasan Turki sendiri telah diciptakan hiasan bordir yang memadukan emas dengan sutera berwarna pada sekitar abad ke-16. Sampai hiasan bunga Tulip khas negeri Belanda pun tidak terlewatkan dari ide desain bangsa Turki tersebut.
Hiasan bordir ini kemudian berkembang pesat di benua Amerika. Ada dekorasi bordir yang dipengaruhi oleh budaya suku Indian. Misalnya ada tambahan bulu-bulu pada hiasan bordirnya. Lalu,di daratan Amerika Selatan,tentunya hiasan bordir dipengaruhi oleh nuansa-nuansa berbau Spanyol. Sampai akhirnya,hiasan bordir tersebut ikut meramaikan padang rumput di bagian Afrika Barat dan Zaire sebagai hiasan yang sedap dipandang oleh mata.
              Terbukti,masing-masing daerah,bahkan negara memiliki sejarah dan perkembangan unik mengenai dunia hiasan bordir. Patut kita berterima kasih kepada budaya zaman dahulu kala yang memulai hiasan bordir ini,sebab dengan adanya kerajinan bordir tersebut,berhasil membantu lapangan pekerjaan dan roda pergerakan ekonomi.

 

Sejarah Bordir

              Hiasan bordir memiliki proses perjalanan cukup panjang sejak dahulu kala. Kini, seni hiasan bordir dapat ditemukan di mana-mana dan setiap daerah memiliki ciri khas tersendiri. Pada dasarnya, hampir tiap-tiap negara di dunia ini memiliki sejarah dan cerita unik mengenai seni hiasan bordir. Dan ketika dikeluarkan pertama barang tersebut pun merupakan sesuatu yang mewah. Hanya bisa dimiliki oleh orang-orang tertentu saja. Hal ini terjadi di Byzantium pada tahun 330 sesudah Masehi sampai abad ke-15. Pada zaman tersebut hiasan dipadukan dengan ornamen dari emas.
                    Bordir sebuah seni yang memadukan dekorasi sulaman pada kain. Alat bantunya jarum dan benang. Pada zaman Mesir Kuno hiasan bordir sudah ada. Buktinya, pada pusara ada lukisan yang memberikan indikasi mengenai keberadaan hiasan bordir. Misalnya saja, terdapat hiasan bordir pada pakaian, pelapis tempat duduk, gantungan bahkan tenda.
Selain itu, bangsa Yunani kuno pun juga mengenal hiasan bordir. Hal ini dibuktikan pada lukisan yang terdapat di vas. Ini dari abad ke-7 dan ke-6 sebelum Masehi. Agaknya di sana kemudian berkembang dan dipadukan dengan bahan kain.
           Itu sedikit sejarah singkat yang terjadi di Eropa Timur. Sementara, di Asia sendiri sudah ada cerita dari Dinasti Tang (618-907 sesudah Masehi). Hiasan bordir mencapai puncaknya saat Dinasti Cing yang bertakhta. Pasalnya, kala itu jubah kerajaan yang terbuat dari sutera diramaikan oleh hiasan bordir merupakan contoh terbaik karya bordir Cina. Ini terjadi dari tahun 1644 hingga 1912.
Di benua Asia, selain Cina ada India yang punya ciri khas tersendiri dalam seni hiasan bordir ini. Di India, hiasan ini merupakan salah satu kerajinan kuno. Sampai-sampai benda yang satu ini pun tidak luput dari perdagangan India Timur. Buktinya, hiasan bordir asal India bisa masuk ke Eropa pada abad ke-17 dan ke-18.
          Kala itu motif hiasan bordir tidak jauh-jauh dari bentuk aneka tetumbuhan dan bunga-bunga. Belum lagi ada pepohonan yang sedang berbunga. Akhirnya, motif indah ini diserap oleh orang-orang Inggris. Akhirnya Inggris pun tidak ketinggalan dalam meramaikan seni hiasan bordir.
Sekali masuk ke Eropa Barat tentu saja negara di Eropa lainnya pun tersangkut-paut. Misalnya saja hiasan bordir di negeri Belanda. Baru pada abad ke-17 dan ke-18, keluarlah hiasan bordir pada kain sutera di negeri kincir angin tersebut.
Abad ke-20
          Nah, hiasan bordir berwarna mulai ramai pada pertengahan abad ke-20. Di Yordania, Turki dan Bokhara terdapat hiasan bordir pada sutera yang mengikuti motif bunga-bunga yang marak warnanya. Turki sendiri telah menciptakan hiasan bordir yang memadukan emas dengan sutera berwarna tepatnya dimulai pada sekitar abad ke-16. Sampai hiasan bunga Tulip khas negeri Belanda pun tidak terlewatkan dari desain bangsa Turki tersebut.
Hiasan ini pun berkembang pesat di benua Amerika. Ada dekorasi bordir yang dipengaruhi oleh budaya suku Indian. Misalnya ada tambahan bulu-bulu pada hiasan bordirnya. Lalu, di daratan Amerika Selatan, tentunya hiasan bordir dipengaruhi oleh nuansa-nuansa berbau Spanyol. Sampai akhirnya, hiasan bordir tersebut ikut meramaikan padang rumput di bagian Afrika Barat dan Zaire sebagai hiasan yang sedap dipandang oleh mata.
Terbukti, masing-masing daerah, bahkan negara memiliki sejarah dan perkembangan unik mengenai dunia hiasan bordir. Patut kita berterima kasih kepada budaya zaman dahulu kala yang memulai hiasan bordir ini, sebab dengan adanya benang dan jarum yang berhasil dipadukan dengan bahan kain, lapangan pekerjaan dan roda pergerakan ekonomi berhasil terbantu. Hal ini setidaknya berlaku di Indonesia, kala krisis ekonomi menghimpit bangsa ini!
Sumber : sinar harapan.co.id

Tips Memilih Mukena Bagi Wanita Agar Tampil Cantik

Tips Memilih Mukena Bagi Wanita Agar Tampil Cantik

               Saat Ramadan atau bulan puasa dan Lebaran tak hanya busana muslim yang diburu umat Islam untuk berpenampilan baru di hari nan fitri, mukena pun menjadi daya tarik tersendiri.Saat ini mukena tak hanya sebatas penunjang beribadah, mukena juga sudah jadi bagian fashion sehingga desain mukena pun tidak lagi monoton.
“Mukena ini terdiri dua bagian, atasan dan bawahan. Jenis kain sutra sifon paris yang dihiasi renda. Sangat bagus dikenakan untuk shalat baik tarawih maupun saat Idul Fitri nanti. Dan harga dari mukna ini tidaklah terlalu mahal bagi anda yang mementingkan kualitas , harganya berkisar antara 400 ribu an .
Fungsi utama mukena adalah menutupi aurat ketika shalat, maka disarankan, apabila aktivitas Anda sibuk maka sebaiknya memilih mukena yang ada tas dan tidak terlalu berat atau simpel dibawa ke mana-mana.
Bahan kain mukena bermacam-macam, antara lain sutra, katun, parasut. Merawat mukena diperlukan pengetahuan tentang karakeristik kain. Penggunaan bahan pemutih bisa digunakan pada bahan katun asal tidak terlalu sering karena akan merusak serat kain.
Dengan demikian bagi anda yang suka dengan model model terbaru dan tidak mau ketinggalan trends berbusana muslim dapat mencobanya . Sekian Tips Memilih Mukena Bagi Wanita Agar Tampil Cantik semoga bermanfaat .