Selasa, 01 Mei 2012

Sejarah Kerajinan Bordir

Sejarah Kerajinan Bordir

         Seni hiasan / kerajinan bordir saat ini dapat ditemukan di mana-mana dan di setiap daerah yang memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri. Seni Hiasan bordir sejarahnya memiliki proses perjalanan cukup panjang sejak dahulu kala.
                Pada dasarnya,hampir tiap-tiap negara di dunia ini memiliki sejarah dan cerita unik mengenai seni hiasan bordir. Dan ketika muncul pertama kalinya seni hiasan bordir tersebut merupakan sesuatu barang yang mewah. Hanya bisa dimiliki oleh orang-orang tertentu saja. Hal ini terjadi di Byzantium pada tahun 330M sampai pada abad ke-15. Pada zaman tersebut hiasan bordir dipadukan dengan ornamen dari emas.
              Kerajinan Bordir merupakan sebuah seni yang memadukan dekorasi sulaman pada kain. Alat bantunya jarum dan benang. Pada zaman Mesir Kuno hiasan bordir sudah ada. Buktinya,pada makam-makan mesir kuno ada lukisan yang memberikan indikasi mengenai keberadaan hiasan bordir. Misalnya saja,hiasan bordir pada pakaian,alas tempat duduk,gantungan pakaian,bahkan tenda.
Selain itu,bangsa Yunani kuno pun juga mengenal hiasan bordir. Hal ini dibuktikan pada lukisan yang terdapat di vas. Ini dari abad ke-7 dan ke-6 sebelum Masehi. Agaknya di sana kemudian berkembang dan dipadukan dengan bahan kain.
        Di benua Asia sudah ada cerita mengenai kerajinan bordir dari Dinasti Tang (618M-907M). Hiasan bordir mencapai puncaknya ketika Dinasti Cing yang bertakhta. Kala itu jubah kerajaan yang terbuat dari sutera diramaikan oleh hiasan bordir merupakan contoh terbaik karya bordir Cina. Ini terjadi dari tahun sampai awal abad ke 18M
          Selain Cina,terdapat India yang punya ciri khas tersendiri dalam seni hiasan bordir ini di benua Asia. Di India,hiasan ini merupakan salah satu kerajinan kuno. Sampai-sampai benda yang satu ini pun tidak luput dari perdagangan India Timur. Buktinya,hiasan bordir asal India bisa masuk ke Eropa pada abad ke-17 dan ke-18.
           Kala itu motif hiasan bordir tidak jauh-jauh dari bentuk aneka tetumbuhan dan bunga-bunga. Belum lagi ada motif pepohonan yang sedang berbunga. Lambat laun,motif indah ini diserap oleh orang-orang Inggris. Akhirnya Inggris pun tidak ketinggalan dalam meramaikan seni hiasan bordir.
Sekali masuk ke Eropa Barat tentu saja negara di Eropa lainnya pun mengikutinya. Misalnya saja hiasan bordir di negeri Belanda. Baru pada abad ke-17 dan ke-18,keluarlah hiasan bordir pada kain sutera di negeri kincir angin tersebut.
Abad ke-20
             Hiasan bordir berwarna mulai banyak disukai pada pertengahan abad ke-20. Di kawasan Arab seperti Yordania,Turki dan Bokhara terdapat hiasan bordir pada sutera yang mengikuti motif bunga-bunga yang berwarna-warni. Di kawasan Turki sendiri telah diciptakan hiasan bordir yang memadukan emas dengan sutera berwarna pada sekitar abad ke-16. Sampai hiasan bunga Tulip khas negeri Belanda pun tidak terlewatkan dari ide desain bangsa Turki tersebut.
Hiasan bordir ini kemudian berkembang pesat di benua Amerika. Ada dekorasi bordir yang dipengaruhi oleh budaya suku Indian. Misalnya ada tambahan bulu-bulu pada hiasan bordirnya. Lalu,di daratan Amerika Selatan,tentunya hiasan bordir dipengaruhi oleh nuansa-nuansa berbau Spanyol. Sampai akhirnya,hiasan bordir tersebut ikut meramaikan padang rumput di bagian Afrika Barat dan Zaire sebagai hiasan yang sedap dipandang oleh mata.
              Terbukti,masing-masing daerah,bahkan negara memiliki sejarah dan perkembangan unik mengenai dunia hiasan bordir. Patut kita berterima kasih kepada budaya zaman dahulu kala yang memulai hiasan bordir ini,sebab dengan adanya kerajinan bordir tersebut,berhasil membantu lapangan pekerjaan dan roda pergerakan ekonomi.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar